Apakah Pembesaran Prostat Seperti Raja Charles Termasuk Gejala Kanker?

Wecome Masuk PTN di Situs Kami!

Jakarta – Apakah Pembesaran Prostat Seperti Raja Charles Termasuk Gejala Kanker?

Kabar Raja Charles III menjalani operasi pembesaran kandung kemih kini menjadi terkenal. Di Inggris, penelusuran tentang ‘pembesaran prostat’ meningkat setelah pihak istana mengumumkan kondisi Raja Charles III. Studi Ungkap Pemilik Golongan Darah yang Lebih Berisiko Kena Serangan Jantung

Raja Charles saat ini sedang dalam masa pemulihan di sebuah rumah sakit di London, Inggris. Kondisinya dikatakan normal setelah prosedur.

Mengenai keadaan yang dialami Raja Charles, apakah kandung kemih yang membesar merupakan tanda penyakit kanker?

“Tidak ada risiko kanker prostat,” kata Dr. Dean Alterman, ahli urologi di Jaringan Kesehatan Universitas Toronto dan profesor urologi di Universitas Toronto, mengatakan kepada CTV News.

Ia menekankan, pembesaran prostat tidak selalu menimbulkan gejala kanker. Pembesaran prostat, juga dikenal sebagai hiperplasia prostat jinak (BPH), berbeda dengan kanker prostat.

“Keduanya sama sekali tidak berhubungan,” katanya.

Prostat adalah kelenjar reproduksi yang terletak di bawah kandung kemih. Prostat yang berukuran normal adalah sebesar buah kenari, namun seiring bertambahnya usia pria, prostat mulai membesar karena faktor seperti gen dan hormon. Apakah Pembesaran Prostat Seperti Raja Charles Termasuk Gejala Kanker?

Serge Carrier, ahli urologi dan profesor di McGill University di Montreal, mengatakan sekitar 90 persen pria akan mengalami pembesaran prostat seiring berjalannya waktu, dan diperkirakan 20 hingga 25 persen mungkin memerlukan pembedahan atau semacam perawatan intensif untuk mengatasi kondisi tersebut.

“Peningkatan kelenjar prostat merupakan fenomena alami. Kelenjar prostat tumbuh seiring bertambahnya usia pada banyak pria,” kata Dr. Pembawa. Tonton video “Raja Charles III Menderita, Apa Itu Pembesaran Prostat?” (beli beli)