Kasus COVID-19 di Jakarta Naik, Cakupan Vaksin Dosis 4 Di DKI Jakarta Baru 10 Persen

Sugeng rawuh Masuk PTN di Website Kami!

JAKARTA – Kasus terkonfirmasi CCIDID-19 kembali meningkat di DKI Jakarta. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jumlah kasus meningkat sejak 27 November 2023 hingga 10 Desember 2023. Kasus COVID-19 di Jakarta Naik, Cakupan Vaksin Dosis 4 Di DKI Jakarta Baru 10 Persen

Kepala Bidang Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkapkan, terdapat 80 kasus terkonfirmasi CCIDID-19 antara 27 November hingga 3 Desember 2023. Pada bulan Desember hingga 10 Desember 2023 terjadi peningkatan kasus yakni 271 kasus.

Di antara kasus tersebut, ditemukan subvarian EG.4 dan EG.5 di DKI Jakarta sebanyak 14 kasus. Divonis Sisa Hidup 9 Bulan, Wanita Ini Izin ke Suaminya Untuk Tidur Dengan Mantan Kekasih

Selain itu, dilaporkan ada dua pasien yang meninggal karena COVID-19. Menyusul ditemukannya kasus CCID-19, pemerintah mendorong masyarakat untuk melanjutkan program kesehatan, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta melakukan vaksinasi kepada mereka yang belum mengidapnya.

Terkait vaksin CCIDID-19, Ngabila DKI menemukan dari sekitar 8,4 juta masyarakat sasaran dosis 1-4 berusia 18 tahun ke atas di Jakarta, saat ini cakupan dosis 4 hanya tersedia 10%.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera menyelesaikan vaksinasi,” ujarnya pada 12 Desember 2023.

Pak Ngabila menjelaskan, banyak hal yang perlu diketahui masyarakat, yaitu kebijakan vaksinasi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Vaksin ini terbukti sangat efektif dalam mencegah keparahan dan kematian CCIDID-19, terutama pada kelompok dengan risiko kematian tinggi: usia di atas 50 tahun, vaksinasi yang tidak mencukupi, komorbiditas hipertensi, DM, stroke, penyakit jantung dan ginjal, Kanker, TBC, HIV dan penyakit lain yang dapat dicegah “Ini adalah kelompok yang paling penting untuk segera ditangani,” ujarnya.

Ngabila mengumumkan Dinkes DKI Jakarta dapat memberikan vaksin CCIDID-19 kepada seluruh masyarakat yang memiliki KTP dari seluruh wilayah Indonesia.

Itu tergantung pada lamanya interval penyuntikan. Ngabila menjelaskan, masyarakat tidak perlu mengulangi penyuntikan dari awal, namun bisa dilanjutkan dengan minuman berikutnya.

Hentikan dosis 1 menjadi dosis 2 (1 bulan), 2 menjadi 3 (3 bulan), dosis 3 menjadi 4 (6 bulan). Pada tanggal 11 Desember 2023 masyarakat akan menerima vaksin CCIDID-19. empat dosis,” ujarnya.

Ngabila juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak perlu memilih merek vaksin/jenis vaksin yang berbeda sesuai dengan SE Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tanggal 22 Mei 2023 dosis 1,2,3,4. jenis apa pun yang tersedia dapat diberikan. Saya tidak melihat kombinasi mode sebelumnya, dll. Kasus COVID-19 di Jakarta Naik, Cakupan Vaksin Dosis 4 Di DKI Jakarta Baru 10 Persen

“Vaksin yang tersedia saat ini adalah 1,2,3,4 merek vaksin INAVAC (vaksin buatan sendiri, halal, tidak divaksinasi seperti merek Sinovac). Tidak boleh diberikan kepada orang di bawah usia 18 tahun.

Pak Ngabila juga menghimbau masyarakat untuk datang langsung ke lokasi tanpa melakukan registrasi terlebih dahulu. | Akomodasi di RSUD Tarakan Senin-Sabtu pukul 08.00-12.00, Klinik Balai Kota DKI Jakarta Senin-Jumat pukul 13.00-16.00 dan seluruh Puskesmas Kabupaten DKI Jakarta pada jam kerja. Anda bisa mengecek untuk mengetahui jadwal dan call center 44 Puskesmas Kabupaten. di .bit.ly /vaksincoviddkijakarta,” ujarnya. Masa Tenang Pemilu 2024, CFD di Jakarta Dibatalkan Pemprov DKI Jakarta membatalkan pelaksanaan hari bebas mobil (HBKB) atau lebih dikenal dengan car free day atau CFD sehubungan dengan masa pemilu Masuk PTN 7 Februari 2024