Kisah Mualaf Pendeta, Diam-Diam Baca Dua Kalimat Syahadat di Kamar Mandi

Wecome Masuk PTN di Website Kami!

Amerika Serikat – Kisah seorang pendeta asal Mississippi, Amerika Serikat yang masuk Islam, melewati banyak cobaan. Terlahir dari keluarga Kristen, Haroun aktif beribadah di masjid dekat rumahnya. Bahkan di tempat tinggalnya, terdapat lebih banyak gereja daripada restoran cepat saji. Kisah Mualaf Pendeta, Diam-Diam Baca Dua Kalimat Syahadat di Kamar Mandi

Haroun ditahbiskan menjadi imam pada usia 20 tahun. Namun, meski berstatus wali, ia meragukan ajaran agama yang ada di lubuk hatinya. Gulir terus, oke?

Harun mengkaji isi alkitabiah tentang asal usul Yesus Kristus. Ini menjelaskan bahwa Yesus adalah seorang nabi dan anak Allah. Karena itu, Harun meragukan kebenaran kehebatan Yesus yang disembahnya. 4 Rekomendasi Warna Interior Buat Hiasan Natal di Rumah, Gak Melulu Merah dan Hijau!

Pada hari Jumat, 5 Januari 2024, merujuk pada video YouTube Neo Oswald, Haroon berkata: “Saya merasa bahwa kuasa Yesus bukanlah Tuhan melainkan manusia. Sejak saat itu, aku berdoa kepada Tuhan”.

Kemudian suatu hari, dalam perjalanannya ke gereja untuk melatih anggota baru, dia meminta kepada Tuhan, yang tidak mengetahui wujudnya, untuk memberinya petunjuk di mana dia berada.

Tak lama kemudian, Harun bertemu dengan salah satu temannya yang tinggal di Arab Saudi. Mereka juga berdiskusi mengenai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan. Di sini Harun mengaku tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, namun ia terus berdoa kepada Tuhan yang tidak tahu kemana dia pergi.

“Dia menunjuk ke arah saya lalu berkata, ‘Kamu seorang Muslim, temanku.’ Saya mengacungkan jari lagi ke arahnya dan berkata, “Tidak, saya bukan seorang Muslim,” katanya.

Setelah kembali dari pertemuan tersebut, Haroon mencari informasi tentang Islam di Internet. Dia membaca tentang 5 rukun Islam dan merasakan hatinya bergetar. Ia membacakan dua ayat syahadat dan membacakan kewajiban shalat, zakat, puasa, dan haji untuk masuk Islam.

“Setiap kolom yang dibaca sepertinya membuka sesuatu. Ketika saya menyelesaikan kelima kolom tersebut, saya menyadari bahwa saya tidak bisa pergi ke tempat lain,” katanya.

Akhirnya Harun mencetak dua kalimat Syahad dan diam-diam masuk ke kamar mandi untuk membacanya. Dua kalimat syahadat itu ia ucapkan sendirian karena tidak ingin seluruh keluarga mengetahuinya.

“Saya ambil kertas ini dan masuk ke kamar mandi. Saya bilang hampir sendirian di kamar mandi. Saya mandi lalu saya sholat,” ujarnya.

Tidak ada anggota keluarga yang tahu tentang perpindahan Haroon. Suatu hari bibinya mengetahui hal itu karena dia menjawab panggilan telepon dari seorang teman di Arab Saudi. Saat menelpon, sang sahabat tak sengaja menyebut nama “Harun”, nama Muslim. Akhirnya ia terpaksa mengakui bahwa dirinya telah menjadi mualaf.

Pada tanggal 11 September 2001, terjadi serangan teroris mengerikan yang mengguncang Amerika Serikat. Haroun yang saat itu berada di Arab Saudi menerima telepon dari keluarganya di Amerika. Mereka tampak sangat kesal saat FBI datang mencari Haroun. Kisah Mualaf Pendeta, Diam-Diam Baca Dua Kalimat Syahadat di Kamar Mandi

Ia dikabarkan diduga menjadi salah satu teroris yang menyerang beberapa lokasi di New York dan Washington DC. Namun Harun menegaskan, menjadi muslim bukan berarti menjadi teroris. Ia juga meyakini bahwa serangan 9/11 bukanlah ulah umat Islam.

“Saya ingin memastikan keluarga saya tidak dirugikan. Peristiwa 9/11 bukanlah ulah umat Islam,” ujarnya. Pada Senin, 5 Februari 2024, Amerika Serikat membahas konflik Israel dengan Arab Saudi. Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Masuk PTN 6 Februari 2024